LANGKAT - Hutan mangrove di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, perlu dikembalikan fungsinya dengan melakukan penanaman dan pengawasan agar daerah itu tidak terkena dampak bahkan tenggelam.
“Bila kedua fungsi tersebut tidak dilakukan segera mungkin, dikhawatirkan sembilan kecamatan di Langkat akan tenggelam,” kata Kepala Seksi Pengendalian Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Langkat, Azrinal Lubis, hari ini.
Untuk itulah, tim terpadu harus benar-benar melakukan aksi penyelamatan hutan mangrove di Langkat, agar sembilan kecamatan tidak tenggelam, seperti tenggelamnya Pulau Tapak Kuda Lama di Kecamatan Tanjungpura.
Namun demikian, kata Azrinal, untuk mendukung program tersebut diperlukan tata batas hutan mangrove yang jelas.
Selain itu, diperlukan pengalihan aturan, dengan memberkan kewenangan kepada pemerintah Kabupaten Langkat, untuk segera mengelola, mengawasi, memelihara, merawat hutan mangrove.
Ketika ditanyakan upaya yang sudah dilakukan untuk menjaga kerusakan hutan mangrove yang mencapai 25.000 hektar di Langkat, Azrinal menjelaskan, sudah ada dilakukan beberapa waktu lalu.
Di mana ada dilakukan penanaman baru dilahan seluas 100 hektar di kecamatan Pematang Jaya, Pangkalan Susu, dan Kecamatan Gebang, pada 2008-2010.
Dana penanaman mangrove tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penanaman sekitar 300.000 batang bibit mangrove
“Penanaman mangrove tersebut langsung dilakukan oleh instansi dari pusat, yang di berikan kepada kelompok-kelompok rakyat, untuk membuat kebun bibit rakyat,” ujar Azrinal.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Jonner Pane, menjelaskankalau dana dari APBD Langkat langsung belum ada di peruntukkan buat pemeliharan dan pelestarian hutan mangrove.
“Kita sudah berusaha untuk kembali menghijaukan hutan mangrove, namun terbentur kepada anggaran,” ungkapnya.
Jonner Pane juga menjelaskan, kerusakan hutan mangrove yang paling parah berada di kecamatan Tanjungpura mencapai 5.000 hektar, Pangkalan Susu 4.618 hektar.
Selain itu, kecamatan Gebang yang rusak parah 2.199 hektar, kecamatan Babalan 2.530 hektar, dan Kecamatan Brandan Barat 1.794 hektar.
Aidil Putra, salah seorang pemuda di Desa Tapak Kuda Baru Kecamatan Tanjungpura, yang daerah asalnya 'tenggelam' yaitu Desa Tapak Kuda Lama, menjelaskan sekarang ini dirinya beserta kelompok binaannya, sedang melaksanakan berbagai penghijauan mangrove di kawasan tersebut.
“Kita sedang menata kawasan pesisir pantai di Tapak Kuda, untuk dihijaukan kembali, dan sudah berlangsung selama dua tahun ini,” katanya.
Penghijauan yang dilakukan dengan mencari bibit mangrove (bakau) lalu disemai kemudian setelah besar kita tanamkan ke kawasan yang paling rusak dan sekarang mulai tumbuh.
Sabtu, 20 Juli 2013
HUTAN MANGROVE PERLU DI KEMBALIKAN
11.01
1 comment
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Casinos in Malta - Filmfile Europe
BalasHapusFind the https://jancasino.com/review/merit-casino/ best Casinos in Malta poormansguidetocasinogambling including bonuses, games, kadangpintar games and the history nba매니아 of games. We cover all 바카라사이트 the main reasons to visit Casinos in