Welcome to our website. Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum dolor.

Lorem ipsum eu usu assum liberavisse, ut munere praesent complectitur mea. Sit an option maiorum principes. Ne per probo magna idque, est veniam exerci appareat no. Sit at amet propriae intellegebat, natum iusto forensibus duo ut. Pro hinc aperiri fabulas ut, probo tractatos euripidis an vis, ignota oblique.

Ad ius munere soluta deterruisset, quot veri id vim, te vel bonorum ornatus persequeris. Maecenas ornare tortor. Donec sed tellus eget sapien fringilla nonummy. Mauris a ante. Suspendisse quam sem, consequat at, commodo vitae, feugiat in, nunc. Morbi imperdiet augue quis tellus.

Selasa, 23 Juli 2013

RANGKAIAN ACARA PERKAMPUNGAN KERJA PELAJAR (PKP) PII SUMATERA UTARA

Hari ini (23/07) banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh adik - adik PII di Desa Tapak Kuda pada acara Perkampungan Kerja Pelajar (PKP) Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera  Utara yang berlangsung dari tanggal 15 - 24 Juli 2013 adapun rangkaian kegiatannya itu adalah :

Sabtu, 20 Juli 2013

HUTAN MANGROVE PERLU DI KEMBALIKAN

LANGKAT - Hutan mangrove di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, perlu dikembalikan fungsinya dengan melakukan penanaman dan pengawasan agar daerah itu tidak terkena dampak bahkan tenggelam.

“Bila kedua fungsi tersebut tidak dilakukan segera mungkin, dikhawatirkan sembilan kecamatan di Langkat akan tenggelam,” kata Kepala Seksi Pengendalian Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Langkat, Azrinal Lubis, hari ini.

Untuk itulah, tim terpadu harus benar-benar melakukan aksi penyelamatan hutan mangrove di Langkat, agar sembilan kecamatan tidak tenggelam, seperti tenggelamnya Pulau Tapak Kuda Lama di Kecamatan Tanjungpura.

MANFAAT DAUN TAPAK KUDA

Liar dan banyak tumbuh di pantai. Ternyata banyak khasiatnya. Tumbuhan ini dikenal akrab oleh orang Minang yang tinggalnya di daerah pantai. Bagi yang tinggal di daerah perbukitan, namun sering main-main ke laut, tentu dengan mudah bisa mengenalinya pula.

Orang Minang lebih mengenali Tapak kuda (ipomoea pes-caprae L. Sweet.) dgn nama tapak kudo. Disebut begitu, karena bentuk daunnya mirip telapak kuda.

Kalau dipegang dan diletakkan di bagian tubuh, rasa adem (dingin) serta merta akan menjalar. Sumbangsihnya dalam meredam panas di pasir pantai sangat besar. Nelayan yang jarang memakai sandal, selalu memanfaatkan tapak kuda sebagai injakan kaki.

Kala tapak kuda berbunga, semarak warna pink akan menenangkan mata. Semakin luas sebaran tumbuhan menjalar ini, maka semakin indahlah hamparan pantai dibuatnya. 

Bunganya berupa perpaduan warna pink dengan putih pada bagian bawah. Jenis bunganya mirip dengan bunga kangkung atau kebanyakan bunga menjalar lainnya.

Anak-anak nelayan sering menjadikan bunganya sebagai kapal-kapalan di sungai yang ada di dekat pantai. Saat angin bertiup, bunga-bunga ini seolah-olah berlomba-lomba menjadi nomor satu.

Jika bunganya sudah luruh, maka akan bergantilah dengan buah. Buah ini juga sering dipungut anak nelayan untuk main perang-perangan. Dengan peralatan sederhana, mereka bisa saling menembak lawan.

Pengalaman penulis saat luka disobek sabit kala menyabit rumput, darahnya bisa dihentikan dengan air remasan bunga tapak kuda. Darah segera berhenti dan melegakan sampai dapat plester untuk menutup luka.


NELAYAN SEMAKIN TERPURUK

Pelaksanaan rehab rumah tak layak huni milik masyarakat miskin ternyata tidak begitu berjalan di Kabupaten Langkat. Salah satu contohnya terjadidi Desa Bubun Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Puluhan rumah banyak terlihat yang tidak layak untuk di huni oleh masyarakat tersebut.
Selain Desa Bubun, Beberapa Desa Pesisir Pantai yang lainnya seperti Desa Kwala Serapuh, Kwala Langkat, Tapak Kuda, Karya Maju, Suka Maju, Pematang Cengal, Pematang Cengal barat, Pekubuan dan beberapa Desa lainnya masih banyak tampak terlihat rumah yang tidak layak huni. Rumah yang dihuni watga tersebut terlihat reyot, lantai dan dinding yang bolong serta atap rumah yang serba bocor.
Keterangan Gambar : Rumah miskin: Tampak terlihat Khaidir (55) dan istrinya Tuminah (50) serta salah satu Cucunya sedang berada di depan halam Rumah mereka di Dusun I Desa Bubun Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat. Mereka berharap Pemkab.Langkat membantu perehaban rumah tersebut (Foto diambil pada Sabtu 6 Juni 2009 oleh Reza Fahlevi, Wartawan Surat Kabar Medan Bisnis).
Keterangan Gambar : Rumah miskin: Tampak terlihat Khaidir (55) dan istrinya Tuminah (50) serta salah satu Cucunya sedang berada di depan halam Rumah mereka di Dusun I Desa Bubun Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat. Mereka berharap Pemkab.Langkat membantu perehaban rumah tersebut. Rumah tersebut juga merupakan salah satu dari ratusan rumah yang tidak layak huni. (Foto diambil pada Sabtu 6 Juni 2009 oleh Reza Fahlevi, Wartawan Surat Kabar Medan Bisnis).
Bangunan rumah yang berada ditengah-tengah pemukiman warga, banyak terlihat berlantai tanah, berdinding tepas dari bambu dan beratapkan daun rumbia membuat pemandangan mata yang melihat tidak sedab, bahkan bila di hayati setiap manusia pasti akan meneteskan air mata. Selain itu juga, jika melihat rumah tersebut, masih ada terdapat rumah yang di huni masyarakat itu, ada yang kelihatan menggunakan penyokong pembantu rumah yang terbuat dari kayu/broti, Agar rumah tersebut tidak tumbang dan runtuh dari kondisi bangunannya.
Rumah-rumah warga itu mau tidak mau terus dihuni mereka. Karena para keluarga yang menempati rumah miskin tersebut rata-rata dibawah garis kemiskinan, yang tidak menentu mata pencaharian mereka untuk merehap dan membangun rumahnya.

SEJARAH KECAMATAN TANJUNG PURA

Tanjung Pura adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten LangkatSumatera Utara.
Berlokasi sekitar 60 km dari Kota Medan. Tanjung Pura merupakan salah satu titik yang dilewati oleh Jalan Raya Lintas Sumatera menuju Propinsi Aceh, merupakan sebuah kota kecil yang juga merupakan kota penuh kenangan bagi sebagian orang yang pernah tinggal di sana, selain terkenal sebagai kota pendidikan, sejak zaman dahulu Tanjung Pura juga dikenal sebagai kota budaya. Kesemuanya itu terbukti dengan adanya pahlawan nasional republik Indonesia, seorang Pujangga besar, dari tanah melayu dengan sastranya yang memaknai arti cinta dan ketuhanan. Bermula dari tanah bertuah ini lah ia mulai mengukir bait-bait goresan pena emasnya, Dialah Pahlawan kita yang dikenal dengan nama TengkuAmir Hamzah. Tengku Amir Hamzah merupakan penyair handal nan sederhana yang kinipun telah dimakamkan Di Kompleks Pemakaman UmumMasjid Azizi Tanjung Pura.